A Nigga Z-Me ♥

^L♥ ... fasten your seatbelt and enjoy the life :) you may scream; but never give the ride up ! follow me ! OXX ♥
Muzicons.com hit counter
hit counter

miguelofthedark:

3D Lego Chalk-painting by peter westerink. (via)

★ Click here for more ★

(via lotusiana)

but-there-dead:

i-just-really-love-one-direction:

YOU SHOULD KNOW HOW SAD I FEEL THEN

(via lotusiana)

(via lotusiana)

stay-in-one-direction:

petalsdippedinredink:

 ONLY PEOPLE WHO ARE AMAZAYN & 1DERFUL CAN UNDERSTAND THIS. REBLOG IF YOU ARE ONE OF THOSE PEOPLE. 

what’s the chicken

“eat’s” hahaha A++

(via lotusiana)

(via lotusiana)

Puasa tahun ini terasa sangat singkat.
@wahyuperkasaw

creampink:

Them: ‘OMG HE DUMPED ME!’, ‘…SHE’S NOT EVEN PRETTY!’, ‘HE TOTALLY FORGOT OUR DATE LAST NIGHT!’

And I’m just here, having problems with my homeworks.

(via sekarprameswr)

cantik cantik tulisanya jelek haha
Adhan Amriza

thegr8estjournal:

Sabtu kemarin, kami [TantyaJibrilTeta; Menuk; Ingga; dan pastinya aku] melaksanakan kewajiban untuk mementaskan sebuah cerita jawa yang di-drama-kan. Nah, kelompok kita membawakan CERITA CINTA YANG SANGAT LEGENDARIS DAN MENGHARUKAN. Lebay. Yang berjudul Ramayana (beberapa orang menyebut Rama & Sinta). Ceritanya ya ngga jauh-jauh beda lah sama Romeo & Juliet. Tapi ini versi Jawa. Yuk, kita intip ceritanya~

  • Tantya as Sinta
  • Menuk as Rama
  • Jibril as Rahwana
  • Ingga as Jatayu
  • Teta as Lesmana
  • Nadya Sabila Yasaro as Hanuman/Anoman/Kethek Sing Mandraguna HAHAHAHAHASEK =))

Jadi, sebenernya, saya ngga mau nyeritain jalan ceritanya gimana ya. Panjang lho jeng. Males saya ngetik lagi. Jadi, capcus aja ya kita liat foto-fotonya (taken from Aya’s camera)

Alhamdulillah, semua berjalan dengan sangat lancar. Memuaskan. Fantastis, bombastis! Mwahahaha :D

(via nasaya)

lovequotesrus:

Photo Courtesy: peacelove-rocknroll

I GOT YESSS >.<

(via nasaya)

MAHO

MAHO

thegr8estjournal:

Dimana sih ngga ada tukang parkir? Istilahnya, tukang parkir itu udahberhamburan dimana-mana. Dari yang pake seragam khusus sampe preman yang pengen ikutan cari uang lewat tarik-ulur motor. Ngga cuma motor sih sebenernya. Mobil juga. Sepeda pun yang body-nya kurus juga iya.

Ibuku pernah mengalami sebuah emm.. Apa ya.. Mungkin bisa dibilang insiden dari sebuah kecerobohan? Ya boleh deh. Ok, lemme tell you about the story. So…..

Suatu hari, ibu dan adikku berkunjung ke sebuah supermarket yang bernama ‘pusat tata surya’. Ibuku berniat beli baju. Setelah beberapa lama mencari dan dapat, akhirnya pulang deh… The End. Ibuku itu orangnya agak pelupa, terlalu terburu-buru kalau mengerjakan sesuatu. Apalagi kalau dikejar waktu. We know that time is money but you have to be careful of everything we do. Right? Nah. Sebelum masuk ke dalem tokonya, ternyata ibuku lupa buat nyabut kunci motornya. NGGA LUCU, KAN? Langsung deh ibu (&juga adikku lah) ngga nyante. Tasnya diubek-ubek. Pokoknya udah desperate banget. Tapi ibuku melihat sesuatu…

The security and the preman made an eye-contact each other. Like a code for something…

Nah lo! Parah kan. Ibuku tanya apakah mereka liat kunci motornya. Pertama-pertama mereka seperti ngga mau ngaku. Tapi pada akhirnya dikasihin juga kuncinya ke ibuku.*sujud syukur* Ibuku berterimakasih, menaiki motor, dan melenggang pergi.

Akhirnya, ibu dan adikku bahagia selamanya… :) [happy ending as usual]

Kalo dari cerita di atas mungkin pamor tukang parkir ngga bagus ya. Tapi aku masih punya satu cerita pendek lagi yang bener-bener (ngga juga sih, tapi iya kok) bikin aku merasa beruntung jadi orang yang diberi rezeki lebih dari Allah.

Beberapa hari yang lalu, aku dan ibu (ibuku memang eksis di artikel ini) membeli makanan di salah satu warung makan. Tepatnya di perempatan yang mau ke GOR. Itu tuh itu.. Masa ngga tau.. Itu lho.. Yang kalo lewat situ ada bau-bau enaknya. Ngga tau yaudah.

Ehm. Back to the real story. Kami beli makanan buat buka puasa. Ngga lama kok, cuma kurang-lebih 15 menitan. Setelah keluar dari warung makan tersebut, datanglah seorang ibu-ibu berseragam oranye dengan tas pinggangnya. Ibu itu menarik bagian belakang motor. Ibuku mengambil dompet dan mencoba menghitung ada berapa uang receh koin yang ada disitu. Ternyata ngga sampai 500 rupiah.

“Bu, ngga ada 500. Cuma segini *nyodorin uang 400 rupiah insya Allah*

“Iya Bu, ngga apa-apa kok. Alhamdulillah” *senyum*

Ces!!! Hatiku kaya gimanaaa gitu. Cuma dikasih 400 rupiah ibu itu bilang Alhamdulillah. Sedangkan aku? Kadang udah dikasih 50 ribu aja masih “Lah pa.. Lagi lah.. Masa cuma segini..” *istighfar*

Aku merenung saat itu juga. Ngga tega. Aku tersenyum.

Ya Allah, terimakasih atas semuanya. Alhamdulillah.

Dari dua cerita pendek yang aku kasih di atas, apa sih yang bisa kita pelajari dari mereka?

Sebuah kejujuran dan keikhlasan dalam menerima sesuatu. Sekecil apapun.

(via nasaya)